Loading....
Recent Article links:

What I'm Doing...

Posting tweet...

Powered by Twitter Tools.

Article

Saya sangat menyukai Film Ayat-ayat Cinta

mfi

Terpaksa baru bahas ini sekarang dan Maaf, saya terpaksa nonton yang bajakannya. Walaupun sebelum ini saya tidak pernah sama sekali menonton film Indonesia yang bajakan, saya selalu membeli atau menyewa yang ori. Karena saya sangat mencintai perfilman Indonesia. Dan kenapa saya akhirnya mendonlot dan menontonnya? Karena saya berada di Malaysia, dan masih sangat lama untuk menunggu CD orinya keluar, sedangkan saya teringin sekali melihat sendiri apakah benar seperti yang tertulis di banyak blog itu. Dan saya berjanji tidak akan menyebarkan link tersebut. Saya menonton untuk menilai film itu secara keseluruhan, yang banyak memancing kekecewaan orang yang mencintai karya asli dari novelnya Habiburrahman El Shirasy ‘Ayat-ayat Cinta’.

Kesan saya terhadap AAC

Bagus. Jujur saya belum membaca novelnya, jadi saya tidak dapat membandingkan dengan novelnya. Tapi untuk apa dibandingkan?? terkadang saya heran dengan jalan pemikiran orang-orang yang bilang kecewa dengan AAC ini, sampai hanya beda mobil saja diributkan. Malah sampai ada yang mengajak untuk tidak usah menonton film ini kalau takut kecewa akan berbeda dengan novelnya. Nah lhooo, biarkan saja orang mau menonton dan menginterpretasikan sendiri-sendiri.

Filmnya bagus kok. Dan saya bisa mengambil hikmah dan pengajaran dari film tersebut. Dan yang terpenting Indonesia sudah berhasil mengeluarkan satu genre film lagi, dan hasilnya cukup bagus. Seperti kata blogger ini atau ini yang netral.

Kesimpulan

Hargailah perfilman Indonesia (terlepas dari saya yang akhirnya tidak tahan untuk mendonlot :p), Bahkan hargai semua film yang ada. Film itu bukan hanya dilihat dari jalan ceritanya saja, tapi lihat bagaimana cara dia membuat film tersebut, sound efek, visual efeknya (kalau ada), kerja keras tim suksesnya. Seperti yang pernah saya tulis beberapa tahun lalu di sini.

Dan di bawah ini saya forward apa yang pernah saya tulis ke milis wongkito.net (komunitas blogger Palembang) tentang pandangan saya terhadap perfilman Indonesia sekarang .

.:………………………………………………………:.

asikk… akhirnya ada sekumpulan orang2 yang mau sharing tentang salah
satu hobi saya, FILM.

Jadi gini, apa yang dikatakan saudara djoko itu yang saya setuju
adalah bahwa kita itu dapat terbagi 2, penikmat film dan penonton
film. Pengertiannya sudah dijelaskan oleh mas djoko.

Dan pendapat ciplug ama ardy juga bener. Kalo bikin film jangan
instant, asal jadi, yang penting materi. Ya itulah budaya industri di
Indonesia, mereka terlalu mengikuti pasar (sama dengan industri
musik). Tapi tidak semuanya kok, masih banyak sineas yang berani
tampil beda, dan menghasilkan karya bagus, seperti nia dinata, dkk.

Tidak ada yang salah sih sebenarnya dengan film tema cinta dan horor,
tapi jangan asal jadi dan terlalu sering. Liat aja film holywood
banyak kok film cintanya yang menurut saya sangat simple (beruntung
aja dia dihasilkan holywood, jadi laku).

Saya sudah jarang sih nonton film cinta yang setahun terakhir (pulang
kemaren g sempet nyewa). Tapi kalo yang dulu-dulu (tahun 2006
kebawah), hmm ga jelek2 amat, seperti Dealova, cinta pertama, AADC,
effiel im in love, dll. Bagus kok film2 itu, jalan cerita juga ada,
tapi pesen saya cuma satu, jauhi adegan ciuman, pelukan, dll (takut
menular aja di masyarakat).

Film horor (lagi2 yang dulu tahun 2006 kebawah), dimulai dengan tusuk
jelangkung, kuntilanak, bangsal 13, dll ga jelek kok, ceritanya
lumayan berbobot, dan tidak asal jadi (kalian tahu kan pengertian film
asal jadi?). Nah contoh yang asal jadi itu pocong 3 (kebetulan aku
nonton), itu baru film horor asal jadi (yang terbaru yang lain g
nonton, kayak hantu jeruk purut, dll, lum sempet).

Jadi cuma timing aja yang harus dilakukan oleh para produser. Its ok
film2 cinta dan horor dihasilkan, tapi timingnya jangan terlalu sering
dan berdekatan, dan hasilkan yang lebih berbobot.

itu aja dulu.

oh iya.. saya sangat memimpikan film animasi di Indonesia. Hanya
Homeland (bagus) yang full 3D dan panjang ceritanya. yang lain belum
keliatan. saya tunggu.

.:………………………………………………………:.

Yah itulah sekadar pandangan dari saya yang mencoba untuk mengerti makna sebuah film, mencari kebaikan film dan mengkritik film :p.

url Link palsu untuk donlot AAC :p :

http://adityawirawan.net/link_palsu/download_ayat_ayat_cinta.html

Gambar diambil dari sini

Popularity: 28% [?]

Comments (18 comments)

Walau saya juga belum nonton, setidakna AAC amat berbeda dengan sinetron2 Indonesia yg bertebaran…

adit-nya niez’s last blog post..Eksperimen dan Reaksi??

adit-nya niez / March 30th, 2008, 10:38 pm

saya suka film2 indonesia tapi kalo dibanding dengan film indonesia lama masih jauh ketinggalan kualitas film yang sekarang banyak beredar :)

coba aja sering2 nonton film indonesia lama, akting nya bagus2 banget,,:) bravo artis2 senior!!..

bener banget kata awank,film keseluruhan ga boleh dilihat dari alur cerita aja dan pemain,tapi juga dilihat dari faktor2 pendukung kaya sound effect, dll..tapi tetep kualitas akting pemain jadi nomor satu..kalo untuk AAC keseluruhan ok,bagus, alur cerita bgus walopun beda dengan novel..tapi kalo di suruh nilai kualitas pemain,,mmm… masih kudu kerja keras untuk mengasah kemampuan berakting..

di tunggu review film yang laen, karena saya pencinta film..walopun ga pernah inget nama2 aktor dan artis *gubrak* :D

makki niken / March 30th, 2008, 11:06 pm

du du duh… dak niat nonton pilem ini.

rd Limosin’s last blog post..Ketemu Gajah di Palembang

rd Limosin / March 31st, 2008, 1:01 am

saya setuju sama adit.!!!! pilem jadul lebih keren… Catatan Si Boy 1 - 3 saya suka :D hihi…

tapi pilem sekarang saya juga suka.. tapi ga semuanya :D
waterbomm’s last blog post..[FastPost]Salah siapa?[misuh]

waterbomm / March 31st, 2008, 11:20 am

huh!
apa bagusnya pilem itu. saya gak baca nopelnya tapi dah nongtong pilemnya.

tapi saya merasa dibohongi, setting di mesir syuting di india (ya walaupun ada alasan dibalik itu), bahasa yang banyak indonesia padahal di filmnya ada gadis jerman keturunan turki, ada gadis asli mesir koq bisa mereka ngomong indon, dan bukannya iri sama fahri/fedi nuril, tapi dicintai ‘mati’ oleh 4 gadis oh c’mon!! dll.

pokoknya, pilemnya jelek! -menurut saya lho-
pokoknya, nopelnya *****! -juga menurut saya lho-
:D
Ibnu Mawi’s last blog post..The 2007’s YouTube Video Awards & Fitna

Ibnu Mawi / March 31st, 2008, 1:19 pm

Yup, memang saya sangat setuju sekali. Film AAC setidaknya membuka celah genre baru yg selama ini didominasi oleh film horor dan (tren sekarang) komedi dewasa. Mudah2an dengan adanya film ini membuka peluang utk genre lainnya bertarung di industri perfilman lokal yg kian membara ini…

**tambahan :
Film TErowongan Casablanca juga sangat buruk! Seburuk2nya film horor! Ini yg masuk kategori film asal buat…. :)

Salam

chandra’s last blog post..Akhirnya (Si Mio) Lunas Juga

chandra / March 31st, 2008, 2:35 pm

blom nonton :(
ariawan’s last blog post..My Life Expectancy

ariawan / March 31st, 2008, 5:29 pm

memang ndak etis kalo harus banding2in film sama buku, karena emang pasti beda..

aku sendiri udah baca bukunya dan nonton filmnya, dengan sama sekali gak bandingin.
menurutku emang gak ada yg special di filmnya sih, tapi memang jauh lebih berkualitas dibanding film2 horor/komedi maksa yg belakangan beredar di bioskop..
eh iya,setting lokasinya yg eksotik2 ituh jg bagus… (sebagian di semarang) :D
Faniez’s last blog post..Pasak Boemi Lalu

Faniez / April 1st, 2008, 12:16 am

setiap org memang bebas menilai dan berkomentar ttg film ini.
membahasnya hanya akan menimbulkan kuantitas, bukan kualitas.
karena menyatukan opini itu sangat tidak mungkin.

menurut saya pribadi, secara keseluruhan filmnya sudah bagus.
paling ga, saya bisa ngerasain kerja keras para timnya dlm membuat film seperti ini.
saya jg ga setuju kalo ada yg membanding2kan antara film dan novelnya.
kalo antara film dan novel benar2 sama, lalu apa lg menariknya film ini?

yg sedikit terasa kurang bagi saya dr film ini hanya masalah durasi.
kalo aja durasinya bisa lebih diperpanjang, pasti adegan2 yg terasa dipotong dgn “kasar” tidak akan terlihat terlalu mencolok.
paling ga, penonton bisa menikmati emosinya sesaat dlm suatu adegan.
jd ga diburu2in sehingga “feel”-nya jd kurang “dapet”.

sekian komentar dr saya… :D *kayak lg nulis surat* :P

Juminten / April 1st, 2008, 12:58 am

Saya juga belom baca novelnya lo tp menurut saya buat film indonesia yg katanya dalam pembuatan banyak keterbatasan.. film ini cukup bagus…ketimbang film horor2 yg sering ditayangkan di bioskop yg jalan ceritanya kadang gak nyambung heheheh.. salut d buat yg bikin… kreatif juga menutupi kekurangan seting nya dengan ini itu yg akhirnya nuansa kairo keluar walau agak maksa…
btw banyak yg bilang kok bahasanya pake bahasa indonesia…jdnya “wagu” kalo menurut saya kalo pake bahasa arab bukan film indonesia namanya ya jdnya film arab wkekekeke ^^v
peace ya………..

Dino’s last blog post..P A U D

Dino / April 1st, 2008, 8:02 am

ya menghargai sih…
tapi ekspektasi dari buku ke filmnya gak dapat sama sekali.

mungkin itu yang bikin kecewa penggemar.
(btw saya bukan penggemar AAC, baca bukunya aja blm pernah)

manda’s last blog post..Seandainya Beliau Lebih Banyak Diam..(Karena Diam Adalah Emas)

manda / April 1st, 2008, 8:33 am

ya. Setuju. Sayangnya film ini banyak dibajak.

Mas Kopdang / April 1st, 2008, 10:03 am

# aditnya niez : Sintron tidak sama dengan layar lebar, AAC itu layar lebar
# niken : iya, kalo ada film lain saya review nanti disini
# rd_limosin : uuchh dasar anda tidak mencintai suatu film. Kasihan amat anda :p
# waterbomm : Pilem jadul emang keren sih, tapi film sekarang juga keren kok. Ntar kan jadi jadul juga oleh anak2 kita, keren donk
# Ibnu mawi : ini anak namanya Rio. suka OOT
# Chandra : terima kasih dukungannya. Casablanca saya lum lihat tuh, ntar saya lihat. Dengan menonton itu maka kita bisa menilai. Ga seperti orang yang menyuruh tidak menonton film. ANEH
# ariawan : Lekas nonton deh
# Faniez : Makasi atas sama pendapatnya. Ohh itu di Semarang ya? dimananya?
# Juminten : iya.. pendapat orang lain2. Tapi saya tidak suka ada orang yang enyerang film itu, kasih pendapat jelek boleh tapi g usah nyerang.
# Dino : yupss.. anda betul, kalo pake bahasa arab jadi film arab donk. Sungguh aneh orang yang kasih komentar itu.
# manda : Hmm.. kalau kita telaah lagi, ga usah terlalu kecewa pastinya
# mas kopdang : iya.. saya juga nonton yg bajakannya

AdityaWirawan / April 2nd, 2008, 1:20 pm

saia ngebut dgn kecepatan tinggi baca nopelnya.. kejar tayang sebelom nonton..

pas baru nonton.. .. ternyata dimodip.. kalo di nopel, maria nitip disket, di pilem nitip sidi :D bagus, kemajuan teknologi..
trus lanjut dikit.. eh si fahri ditonjok di mrt.. yawda sampe sekarang pending.. .avi nya masi dengan betah menanti di hardis..

andaluzzia’s last blog post..Fusion of Mac and Win

andaluzzia / April 2nd, 2008, 9:09 pm

mengquote dari film itu
kalo gak salah
‘haruskah keyakinan menodai cinta yang suci?’
sesuatu yang belakangan ini selalu hadir dalam bentuk pertanyaan di kepalaku

filmnya bagus…jelas…
jangan hantu melulu lah,
kemungkinan memberi inspirasinya sangat tipis..

putrinegeridongeng’s last blog post..percakapan hari ini

putrinegeridongeng / April 2nd, 2008, 9:21 pm

saya nonton AAC kok tak pikir2 mirip2 sama HEART
konflik cinta 2 cewek pada 1 cowok :mrgreen:
yg membedakan maybe poligami dan kisah mualafnya maria :mrgreen:
detnot’s last blog post..Lain Makna

detnot / April 3rd, 2008, 3:27 pm

Saya melihat ada unsur kesengajaan didalam film ini. maria yang sudah sakit, dipaksa harus menjadi mualaf agar bisa dinikahi. Pembodohan atas apa ini? produsernya sengaja membuat penonton indonesia senang, karena menyangkut mualafnya seorang maria, .. padahal di dalam quran sendiri tertulis kalau yang menjadi hakim pada hari kiamat adalah ISA, jadi bagaimana mungkin seorng maria mau hidup dibumi yng fana ini meninggalkan Isa hanya karena seorng pria yang sudah beristri dan berpoligami? bagimana pendapat teman2 muslim semua? coba mari kita pikirkan.
Apakah produsernya hanya untuk memdapatkan uang, menjual agama kristen dan Islam?

mahruf / April 6th, 2008, 7:45 pm

salam…maaf yer.. just nk turut sama memberikan komen.
walaupun hanya tgk kat youtube sahaja, tp filem ini sangat bagus sekali. betul-betul syahdu, sekalung tahniah dan pujian patut diberikan kepada pengarah dan penulis AAC ini.
Buktinya apabila mendengar OST AAC..secara tidak langsung saya pasti menangis..begitu terkesan sekali movie nie d hati saya apabila terkenangkan Maria dan pengorbanan Aisha..

deenim123 / June 13th, 2008, 9:28 pm

What do you think?

 Subscribe to my Reader

  • Recent Comments

    • riani: lbh baek mas jual paket dvd ebook IT d,dr pd gw downld dr li...
    • astridsavitri: bener banget bhw layanan begitu cuma tipuan tingkat tinggi....
    • AdityaWirawan: # nikenmakki : Nanti bonusnya langsung masuk ke rek saya aja...
    • Miko: Tanya mengapa Dopod 838 saya tidak mau sinkron dengan PC, pa...
    • rd Limosin: namanya juga usaha rd Limosin's last blog post.....
  • March 2008
    M T W T F S S
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31EC
  • Events
    • No events.
  • Blogroll
  • Advertisement

      Komunitas Bloger Palembang
      Visit Indonesi 2008
      Perusahaan advertising yang semakin berkembang di Palembang

    My Pictures

    www.flickr.com
    This is a Flickr badge showing public photos from awanken. Make your own badge here.

    Others

    Check Google Page Rank
    eXTReMe Tracker
    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia web counter
    close
    Dapatkan info gadget disini.